Beberapa Bintang Raksasa yang Telah Diprediksi Akan Meledak

Beberapa Bintang Raksasa yang Telah Diprediksi Akan Meledak

Beberapa Bintang Raksasa yang Telah Diprediksi Akan Meledak – Bintang  merupakan benda langit yang memancarkan cahaya yang disebabkan oleh reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi yang terjadi intinya. Perlu diperhatikan bahwa ‘bintang semu’ bukanlah bintang, tetapi planet yang memantulkan cahaya dari bintang lain dan terlihat bercahaya di langit seperti sebuah bintang.

Tahukah kamu, bintang-bintang di alam semesta sejatinya sama seperti makhluk di Bumi yang memiliki fase kehidupan. Taburan bintang yang biasa kamu lihat di langit malam tidak akan selamanya bersinar terang. Mereka akan redup, mati, bahkan meledak ketika waktunya tiba.

Fase kematian benda langit itu disebut tahap evolusi akhir. Hal ini ditandai dengan redup atau sekaratnya cahaya pada bintang. Jika bintang itu berukuran raksasa, maka ia akan meledak atau jadi supernova di masa akhir evolusinya.

1. Betelgeuse
Sedang Sekarat, 5 Bintang Ini Bakal Meledak dalam Waktu Dekat

Betelgeuse adalah salah satu bintang paling terang di langit malam yang berada di rasi Orion. Bintang ini termasuk ke dalam klasifikasi super raksasa merah yang telah memasuki tahap evolusi akhirnya.

Dilansir Astronomy, Betelgeuse bakal meledak dalam waktu dekat, sekiranya di 100 ribu tahun mendatang. Namun, bisa saja bintang super raksasa ini sebetulnya sudah meledak di angkasa sana, hanya saja cahayanya belum bisa terlihat dari Bumi lantaran terhalang oleh jarak yang sangat jauh.

Kendati demikian, ledakan supernova Betelgeuse ini tidak akan membahayakan Bumi. Jadi, tak perlu cemas, ya!

2. Antares
Sedang Sekarat, 5 Bintang Ini Bakal Meledak dalam Waktu Dekat

Sama seperti Betelgeuse, Antares merupakan bintang super raksasa merah yang sudah memasuki tahap akhir evolusinya. Bintang ini terletak di rasi Scorpius, si kalajengking penguasa langit malam.

Dilansir Space, menurut pengamatan NASA, Antares telah melahap habis semua hidrogen di dalamnya. Jadi, ia diprediksi bakal meledak pada ratusan ribu tahun yang akan datang.

3. Eta Carinae
Sedang Sekarat, 5 Bintang Ini Bakal Meledak dalam Waktu Dekat

Eta Carinae adalah bintang super raksasa biru yang menghuni rasi Carina. Universe Guide melansir bahwa bintang ini bakal mengalami supernova dalam waktu dekat, sekiranya di ratusan ribu tahun yang akan datang.

Eta Carinae mempunyai massa dan kecerlangan yang lebih besar dari Matahari. Meskipun begitu, ledakan supernova bintang raksasa biru ini tidak akan membahayakan Bumi. Sebab, jarak di antara keduanya terbilang sangat jauh, yakni mencapai 8 ribu tahun cahaya.

4. Spica
Sedang Sekarat, 5 Bintang Ini Bakal Meledak dalam Waktu Dekat

Spica ialah bintang raksasa biru yang diprediksi bakal meledak dalam waktu dekat menurut perhitungan astronomi. Bintang yang terletak di rasi Virgo ini terdiri dari dua komponen, yang mana disebut dengan sistem bintang biner.

Dilansir Earth Sky, Spica adalah salah satu bintang terang paling panas di alam semesta. Suhunya mencapai 22.000 derajat selsius, sangat kontras dengan temperatur Matahari yang hanya 5.500 derajat selsius. Akan tetapi, sama seperti Betelguese, Antares, dan Eta Carianae, ledakan supernova Spica tidak akan membahayakan Bumi.

5. IK Pegasi
Sedang Sekarat, 5 Bintang Ini Bakal Meledak dalam Waktu Dekat

Satu lagi bintang raksasa biru yang masuk ke dalam kandidat supernova di ratusan hingga miliaran tahun mendatang, yakni IK Pegasi. Bintang ini terletak di dalam garis-garis rasi Pegasus yang jaraknya mencapai 152 tahun cahaya dari Bumi.

Dilansir Syfy Wire, menurut seorang ilmuwan bernama Gunter Korschinek, IK Pegasi bakal meledak pada sekiranya 1,9 miliar tahun dari sekarang. Namun tenang saja, ledakan supernova IK Pegasi tak akan membuat kerusakan pada Bumi, sama seperti empat bintang sebelumnya.

Berdasarkan catatan sejarah, ledakan supernova terakhir yang terlihat dari Bumi terjadi pada tahun 1604. Supernova ini ditemukan atau teramati oleh astronom bernama Johannes Kepler.

Oleh sebab itu bintang katai putih dan bintang neutron yang sudah tidak menghasilkan energi tetap disebut sebagai bintang. Bintang terdekat dengan Bumi adalah Matahari pada jarak sekitar 149,680,000 kilometer, diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi bintang Sentaurus berjarak sekitar empat tahun cahaya.

Bintang-bintang telah menjadi bagian dari setiap kebudayaan. Bintang-bintang digunakan dalam praktik-praktik keagamaan, dalam navigasi, dan bercocok tanam. Kalender Gregorian, yang digunakan hampir di semua bagian dunia, adalah kalender Matahari, mendasarkan diri pada posisi Bumi  relatif terhadap bintang terdekat, Matahari.