Astronom Menemukan Planet Raksasa Super Gelap Mirip Jupiter

Astronom Menemukan Planet Raksasa Super Gelap Mirip Jupiter

Astronom Menemukan Planet Raksasa Super Gelap Mirip Jupiter – Teleskop luar angkasa Hubble (sering disebut sebagai HST atau Hubble) adalah sebuah teleskop luar angkasa yang diluncurkan ke orbit bumi rendah pada tahun 1990 dan masih beroperasi. Teleskop Hubble milik NASA yang mengobservasi planet di luar tata surya menemukan sebuah planet yang permukannya mirip aspal. Pasalnya, permukaan tersebut nyaris sama sekali tak memantulkan cahaya.

Eksoplanet atau lebih lengkap disebut sebagai planet ekstrasurya atau planet luar surya adalah planet di luar Tata Surya. Exoplanet tersebut, WASP-12b, dijuluki ‘Yupiter-panas’, karena ukurannya yang besar, Dilansir dari Daftar Live22 tersusun atas gas, dan mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya sehingga memiliki suhu yang panas.

Planet Tersebut Mampu Melahap Cahaya.

Dikutip dari Indian Express, planet tersebut mampu ‘melahap’ cahaya dan menjebak setidaknya 94 sinar yang jatuh di atmosfernya. WASP-12 b berjarak 3,2 juta kilometer dari bintang induknya dan menyelesaikan orbitnya satu kali setiap hari. Ia mengorbit bintang mirip Matahari yang berjarak 1,400 tahun cahaya, di konstelasi Auriga.

Atmosfer planet tersebut sangat panas dan menyebabkan sebagian besar molekulnya tak dapat bertahan di sisi terik planet, di mana suhunya bisa mencapai 2.537,7 derajat Celcius.

Kami tak mengira akan menemukan exoplanet gelap seperti itu,” pemimpin peneliti, Taylor Bell, dari McGill University dan Institute for Research on Exoplanets di Montreal, Quebec, Kanada.

“Sebagian besar Yupiter-panas merefleksikan sekitar 40 persen cahaya,” kata Bel.

Suhu siang dan malamnya sangat kontras hingga 1000 derajat Celcius!

Karena kondisi tersebut, awan mungkin tak bisa terbentuk untuk memantulkan cahaya kembali ke angkasa. Sebagai gantinya, cahaya masuk menembus jauh ke dalam atmosfer planet di mana ia diserap oleh atom hidrogen dan diubah menjadi energi panas.

Tapi di sisi gelapnya atau malam hari, kondisi exoplanet itu justru kontras dengan sisi siangnya. Sisi malamnya bersuhu 1.093 derajat Celcius lebih dingin dibanding sisi siang. Di sisi tersebut, uap air dan awan berkemungkinan untuk terbentuk.