Alasan Kenapa NASA Lebih Fokus ke Planet Mars Daripada Bulan

Alasan Kenapa NASA Lebih Fokus ke Planet Mars Daripada Bulan

Alasan Kenapa NASA Lebih Fokus ke Planet Mars Daripada Bulan – Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari dewa perang Romawi, Mars. Planet ini sering dijuluki sebagai “planet merah” karena tampak dari jauh berwarna kemerah-kemerahan. Ini disebabkan oleh keberadaan besi(III) oksida di permukaan planet Mars.

Seperti yang sudah diketahui bahwa di masa modern ini NASA dan beberapa badan antariksa dunia tengah fokus untuk melakukan eksplorasi ke Planet Mars. NASA sendiri telah mengirimkan robot (wahana) penjelajah Mars untuk pertama kalinya bernama Mars Pathfinder yang dikirimkan pada 4 Desember 1996 dan mendarat di permukaan Mars pada 4 Juli 1997, dicatat dalam laman resmi NASA.

Terbaru, pada 30 Juli 2020 lalu NASA kembali mengirimkan robot rover bernama Perseverance dan kembali sukses Daftar Live22 mendarat di Mars pada 18 Februari 2021. Dengan bantuan robot dan rover canggih tersebut, NASA telah mendapatkan ribuan data, gambar, dan video tentang Mars yang sejatinya akan dikunjungi manusia pada waktu yang akan datang.

Nah, tentunya kamu bertanya-tanya, kenapa NASA malah fokus untuk menjelajahi Mars dan bukannya Bulan seperti yang sudah-sudah? Setidaknya, ada lima alasan kuat yang melatarbelakangi hal tersebut. Apa saja? Disimak, ya!

1. Bulan sudah terlalu sering dikunjungi
5 Alasan Kenapa Kini NASA Lebih Fokus ke Planet Mars Ketimbang Bulan

Pendaratan manusia di Bulan sudah dilakukan manusia pada 1969 lalu melalui astronaut NASA bernama Neil Armstrong dan Buzz Aldrin. Bukan hanya itu, setelah 1969, ada banyak pendaratan dan kunjungan manusia ke Bulan untuk eksplorasi dan ilmu pengetahuan. Bahkan, sudah ada banyak astronaut yang mendarat di Bulan dan melakukan banyak misi khusus ke Bulan.

Seperti dicatat dalam laman NASA dan Britannica, beberapa astronaut yang pernah mendarat di Bulan adalah:

  • Neil Armstrong dan Buzz Aldrin, merupakan tim astronaut pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Bulan pada 1969 selama 2 jam 31 menit;
  • Pete Conrad dan Alan Bean, merupakan tim astronaut yang kembali ditugaskan untuk menjelajahi Bulan di akhir 1969 selama 7 jam 45 menit;
  • Alan Shepard dan Edgar Mitchell, berhasil mendarat dan berjalan di Bulan selama 9 jam pada Februari 1971;
  • David Scott dan James Irwin, adalah tim astronaut keempat yang bertugas berkunjung ke Bulan pada Agustus 1971;
  • John Young dan Charles Duke, mereka merupakan tim astronaut yang mendarat di Bulan pada April 1972 selama 20 jam;
  • Gene Cernan dan Harrison Schmitt, merupakan tim astronaut yang melakukan eksplorasi Bulan selama 22 jam pada Desember 1972.

Dua belas astronaut tersebut merupakan tim astronaut yang ditugaskan untuk mendarat dan melakukan eksplorasi di Bulan. Jika digabungkan dengan astronaut yang bertugas mengelilingi orbit Bulan, maka jumlah orang yang pernah bertugas untuk menjelajahi Bulan adalah 24 orang.

2. Pendaratan di Bulan membutuhkan biaya yang sama mahalnya dengan pendaratan di planet terdekat
5 Alasan Kenapa Kini NASA Lebih Fokus ke Planet Mars Ketimbang Bulan

Misi dan proyek NASA selalu membutuhkan dana yang sangat besar, apalagi jika misi-misi tersebut berkaitan dengan eksplorasi yang melibatkan kehadiran manusia. Pendaratan Bulan yang pernah dilakukan oleh NASA di masa lalu masuk ke dalam misi Apollo, di mana proyek ini berlangsung pada 1960 hingga 1973.

Menurut laman Planetary, pada masa itu (era 1960-an) NASA menghabiskan dana sebesar 28 miliar dolar AS atau setara Rp395 triliun. Jika dihitung berdasarkan inflasi saat ini, maka biaya proyek Apollo untuk mendaratkan manusia di Bulan mencapai angka 283 miliar dolar AS atau sekitar Rp3,9 kuadriliun. Angka ini merupakan sebuah angka yang sangat mahal jika NASA hanya selalu berkutat hanya pada eksplorasi Bulan.

Jadi, dibanding harus selalu menjelajahi Bulan di masa kini, NASA lebih mementingkan eksplorasi yang dulu belum sempat mereka lakukan, yakni misi eksplorasi Mars. Memang, misi Mars belum dapat mengantarkan manusia ke sana. Namun, beberapa robot dan rover sudah dikirim ke Mars untuk mengumpulkan data guna kunjungan manusia di masa depan.

3. Mendaratkan robot dan rover di Mars akan mengulang sejarah kesuksesan NASA

Video di atas merupakan video resmi NASA yang diambil dari wahana rover milik NASA yang sukses mendarat di Mars pada Februari 2021 lalu. Sejatinya, mendaratkan sesuatu ke sebuah planet terdekat dengan Bumi akan mengulang sejarah kesuksesan NASA di masa lalu.

Ya, harus diakui bahwa NASA dulunya sangat berambisi untuk mendaratkan manusia ke Bulan, dan mereka berhasil melakukannya. Kini, NASA kembali ingin menancapkan ambisinya di sebuah planet yang tandus untuk tujuan ilmu pengetahuan. Lagi, mengirimkan robot dan rover ke sebuah planet mematikan akan menghindarkan risiko bahaya bagi astronaut itu sendiri.

NASA sendiri pernah mengirimkan robot rover ke Mars pada 1996 lalu. Akan tetapi, peralatan NASA tersebut hilang kontak pada September 1997. Persoalan teknis menjadi penyebab hilangnya rover tersebut di Mars. Pihak NASA mengatakan bahwa robot bernama Pathfinder tersebut mengalami kerusakan pada sistem baterai.

Selain Pathfinder, NASA juga sempat mengirimkan robot-robot dan rover lainnya, yakni Sojourner, Spirit and Opportunity, dan Curiosity. Untuk robot atau rover terbaru NASA yang baru saja mendarat di Mars adalah Perseverance. Nah, rover terbaru dari NASA tersebut dibekali dengan teknologi baterai plutonium, di mana bahan bakar nuklir ini sanggup bertahan selama bertahun-tahun.

4. Dibanding menugaskan manusia ke Bulan, mengirimkan manusia ke Mars adalah hal yang lebih menantang bagi NASA
5 Alasan Kenapa Kini NASA Lebih Fokus ke Planet Mars Ketimbang Bulan

Sebetulnya belum ada konfirmasi resmi dari pihak NASA mengenai jadwal eksplorasi penjelajahan manusia ke Mars. Saat ini, NASA masih berfokus pada robot dan rover yang baru saja sukses mereka kirimkan ke Mars pada 2021. Namun, pendaratan manusia di Mars di saat yang akan datang bukanlah sebuah kemustahilan.

Laman Space News mencatat bahwa NASA memang memiliki rencana besar untuk mengirimkan manusia ke Mars, namun yang jelas tidak dalam waktu dekat. Isunya, NASA sanggup mengirimkan manusia ke Mars pada 2033 mendatang. Namun, hal ini dibantah oleh NASA sendiri yang menyatakan bahwa mendaratkan manusia ke Mars secara buru-buru merupakan cara gegabah yang akan mengancam nyawa dari astronaut itu sendiri.

Dalam beberapa kesempatan, NASA memang terlihat sangat ambisius untuk menjelajahi Mars dan mengirimkan astronaut mereka ke Planet Merah tersebut. Namun, dibutuhkan studi, penelitian, dan simulasi yang mendalam selama bertahun-tahun untuk betul-betul memastikan bahwa iklim Mars sanggup diatasi oleh teknologi NASA.

5. Bulan tidak dilupakan, bahkan NASA masih memiliki rencana untuk kembali mengirimkan manusia ke sana
5 Alasan Kenapa Kini NASA Lebih Fokus ke Planet Mars Ketimbang Bulan

NASA dalam lamannya menulis bahwa mereka memiliki rencana untuk mengirimkan astronaut kembali menjelajah di Bulan pada 2024 mendatang. Jika tak ada halangan, NASA akan mengirimkan beberapa astronaut termasuk astronaut wanita ke Bulan melalui misi dan proyek bernama Artemis.

Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi NASA di mana mereka terakhir kalinya mengirimkan manusia ke Bulan pada 1972 silam. Sebetulnya, pada era 1980 dan 1990-an NASA bisa saja mengirimkan manusia untuk kembali ke Bulan. Namun, beberapa kali NASA terganjal persoalan izin dari Kongres Amerika Serikat yang kala itu lebih fokus untuk menghabiskan dana mereka pada sektor perang.

Selain itu, NASA juga pernah mengalami dua musibah memilukan yang berkaitan dengan pengiriman astronaut ke luar angkasa, yakni musibah Challenger 1986 dan Columbia 2003 yang menewaskan total 14 orang astronaut. Oh ya, NASA juga rupanya sering mengirimkan wahana robotik ke Bulan dan bahkan memiliki jadwal tetap selama dua kali dalam setahun.

Jadi, ada banyak faktor yang membuat NASA seolah hanya berfokus pada Mars. Mulai dari seringnya mereka berkunjung ke Bulan, hingga faktor alokasi biaya yang mereka anggap lebih baik digunakan untuk eksplorasi ke tempat lain. Namun, terlepas dari itu semua, NASA juga rupanya tengah memiliki keinginan untuk mengirimkan kembali manusia ke Bulan. So, kita tunggu saja bagaimana perkembangannya pada 2024 mendatang.

Itulah beberapa fakta ilmiah yang berkaitan dengan ambisi NASA terhadap Planet Mars di masa modern ini. Ternyata, ada alasan logis di balik keputusan NASA untuk lebih fokus pada Planet Merah ketimbang Bulan